Nine - Sudden Holiday with You (2)

929 Kata
        Selesai check-in, mereka berdua kemudian diantar menuju kamar mereka di lantai dua belas. Begitu masuk ke kamar, Kim takjub akan pemandangan dari balkon kamarnya.         "Wooowwww... ini indah sekali Dave!!!!" sorak Kim. Dave yang berada di belakangnya menyusul ke balkon.         "Ya, hotel ini memang sangat direkomendasikan oleh temanku."         "Untung saja kita tidak membatalkannya ya, karna pemandangan dari sini benar-benar indah sekali." Kim masih takjub akan view dari kamar hotelnya.                "Bagaimana kalau kita ke pantai sekarang, Dave?" pinta Kim.         "Maaf, Kim. Sepertinya aku ingin istirahat dulu, aku lelah sekali habis menyetir tadi. Beri aku waktu satu jam untuk tidur sebentar, setelah itu akan kuantar kau kemanapun kau mau." Dave langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur Kingsize.         "Baiklah. Kalau begitu aku akan ke pantai sendiri. Kau istirahat saja."         "Kau tak apa sendirian?"         "Hey, kau pikir aku anak kecil yang harus selalu kau kawal."         "Kau jangan pergi jauh-jauh. Ke pantai depan saja ya. Kalau ada apa-apa hubungi aku." Kim mengangguk lalu menghilang dari hadapan Dave.         Ia lalu berjalan sendirian di sepanjang pantai. Sesekali ber selfie ria, lalu mengupload ke i********:. ericaabigail : kimmmyyyyyy.. you make me so envy. haylierose : hey, kau disana dengan siapa, honey? take care ya jangan lupa oleh-oleh. annasanders : guys, next time we have to go to there, together. do u agree?? ericaabigail : kim cepat pulang! aku banyak pekerjaan dan kau bersantai disana? @anna absolutely agree!!         Baru saja sepuluh menit ia mengupload foto tersebut, sudah dipenuhi oleh komentar dari para sahabatnya. Ia hanya tersenyum membacanya. Satu jam berjalan sendirian di sini ternyata membosankan juga. Ia lalu kembali ke kamar, dilihatnya Dave masih tertidur dengan pulas. Ia pandangi wajah sempurna itu.  Terlihat sangat damai seperti malaikat, meskipun ada gurat kelelahan di sana.         'Kasihan Dave,  demi menemaniku liburan ia menunda kepulangannya ke New York dan menyetir sejauh ini,' gumamnya dalam hati.         Kim kemudian berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri setelah berjalan di bawah matahari. Bau matahari, saat ia mencium aroma tubuhnya. Ia berendam cukup lama, begitu rileks hingga membuatnya terlelap. Cukup lama ia tertidur, ia dibangunkan oleh suara gemericik air. Saat ia membuka matanya, dilihatnya Dave yang sedang buang air kecil dengan mata yang masih tertutup. Tak sengaja ia melihat sekilas penampakan dari littleDave.         "Aaaaaaakkkkkkkkk....!!!!" Kim teriak sambil menutup matanya dengan kedua tangannya. Dave yang setengah sadar lalu terkaget juga ikut berteriak saat membuka matanya.         "Maaf, aku tidak melihatmu disana. Aku tak tau kau sudah kembali." ucap Dave sambil mengucek-ngucek matanya. Kim mencoba menutupi dadanya dengan busa sabun.         "Lalu kenapa kau masih ada disitu? Cepat keluar!" usir Kim.         'OMG. Aku tadi melihatnya!' ucap Kim dalam hati setelah Dave keluar. *         "Ayo kita masuk. Kita harus mencoba klub malam yang ada disini," ajak Dave saat mereka sudah tiba di depan sebuah club.         "Kota ini selain terkenal akan pantainya yang indah, juga terkenal akan klub malamnya."         Dave dan Kim kemudian memasuki klub malam tersebut, mereka duduk di bar. Mereka minum lalu turun ke lantai dansa. Musik yang bernuansa latin yang penuh dengan irama membuat mereka asik bergoyang sambil memegang botol minum. Sesekali Kim memeluk Dave, ia sudah setengah mabuk sementara Dave masih bisa mengontrol kesadarannya.         Kim yang semakin mabuk tiba-tiba mencium bibir Dave. Awalnya pria itu kaget, tapi kemudian ia membalas ciuman Kim. Ia merindukan bibir ini. Manis dan memabukkan. Mereka saling melumat. Kim mengalungkan lengannya di leher Dave dan Dave memeluk Kim sangat rapat hingga d**a mereka saling bersentuhan.         "Dave, kau tau... aku menyukaimu, sejak ciuman malam itu," ucap Kim tak sadar saat bibir mereka terlepas.         Dave yang mendengarnya merasa senang sekali karna ia pun merasakan hal yang sama. Ia mencium bibir Kim lagi, lebih dalam. Menuntut. Penuh makna. Sepertinya Dave benar-benar ketagihan dengan bibir Kim, rasanya ingin terus mencium dan menyalurkan segala perasaannya kepada gadisnya ini.         Ia jatuh cinta.         Ia tak tahan lagi.         Dave kemudian membawa Kim pulang dan kembali ke hotel. Kim terus saja memeluknya sambil menciumi lehernya. Kim mabuk berat dan meracau tak jelas. Ia terus saja berucap bahwa ia menyukai Dave. Setibanya di kamar, mereka kembali berciuman. Dave mendorong Kim ke arah dinding lalu menciuminya habis-habisan, ciuman itu turun ke leher Kim yang jenjang dan meninggalkan beberapa kissmark di sana.         "Apa kau yakin, Kim?" tanya Dave memastikan lagi.         "Yes." angguknya pasti.         Dave sadar bahwa wanita itu dalam keadaan mabuk berat, tak sepantasnya ia mengambil kesempatan melakukan ini pada Kim. Tapi wanita itu terus saja merapatkan tubuhnya pada Dave serta memohon untuk melakukan yang lebih lagi.         "Kim, jangan menyesal karna aku telah mengingatkanmu berkali-kali."         "Jangan banyak bicara! Cepatlah!" perintahnya.         'Baiklah, Sayang. Karna ketika aku telah memulainya maka aku takkan bisa menghentikannya lagi.' batin Dave mencoba menguatkan diri.         "Memohonlah padaku sayang." pinta Dave pelan mencoba mempermainkan Kim.         "Daveee.. I'm begging you please..." pinta Kim penuh permohonan, membuat Dave semakin b*******h melihatnya.         Entah siapa yang memulai terlebih dahulu, hingga akhirnya dosa manis itu terjadi juga. Kim mengkhianati kesucian pernikahannya dengan seorang pria yang bukan pasangan resminya dan bahkan lebih muda darinya. Ia mabuk berat, namun kata-kata yang diucapkannya memang benar adanya. Kata orang, jika kita ingin mendengar sebuah kejujuran hati, tanyalah saat ia sedang mabuk, maka ia akan dengan mudahnya meluapkan seluruh isi hatinya tanpa beban. Malam ini menjadi malam yang begitu panjang bagi kedua insan yang sedang dimabuk cinta. Malam yang mungkin akan mengubah segala takdir cinta diantara mereka. Takdir cinta terlarang.         "Aku mencintaimu, Kim." ucap Dave terbata-bata lalu mencium bibir Kim lembut.         "I love you too, Dave..." gadis itu lalu tertidur setelah percintaan yang mereka lakukan.         Kim sangat kewalahan menghadapi Dave yang memang sangat perkasa di ranjang, itulah yang membuat wanita-wanita yang pernah tidur dengannya tak pernah bisa move on darinya. Namun Dave hanya menganggap mereka sebagai pemuas sesaat saja. Hingga akhirnya ia bertemu Kim, jatuh cinta dan melakukan percintaan yang luar biasa belum pernah ia rasakan senikmat ini. Ia akan melakukan apapun agar bisa memiliki gadisnya ini seutuhnya, meskipun itu artinya ia harus berhadapan dengan suami sahnya.         Karna apa yang menjadi keinginan seorang Dave Smithson, harus menjadi kenyataan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN