"Baru pulang Nin?" Cahaya datang menghampiri Anin yang baru saja masuk ke dalam kamarnya sembari membawa wig dan pakaian baru yang dibelinya tadi bersama Ryan. "Eh, Mbak. Tadi kemana aja?" Cahaya mencebik, "Kamu gak tahu, atau Exel gak beritahu?" Cahaya memperhatikan wajah Anin yang terlihat santai tersenyum tipis. "Dia menyadap HP aku kan?" kata Cahaya lagi. Anin hanya mengangguk tanpa harus menjawab. Anin terus memperhatikan Cahaya, pergelangan tangan dan kaki. "Mbak ada berdekatan dengan Exel gak?" "Waktu duduk di depan" "Oh, itu sudah saya pantau, selebihnya gak ada lagi kan?" Cahaya menggeleng, Anin takut Exel menyusupkan chips pelacak ke dalam tubuh Aya. Karena melihat Exel yang terlalu ambisius, sangat memungkinkan jika dia melakukan hal tersebut. "Memangnya ada apa Nin?"

