"Aaaaa!" Aya terkejut tidak bisa menghindar saat motor matic itu melaju kencang menyerempetnya. Tubuh ramping itu berputar dan jatuh tersungkur ke aspal. Lututnya tergores dan betisnya kembali merasa sakit, kram, sehingga dia tidak mampu untuk bangun sendiri. Pengawal yang disuruh Exel mengawasinya, bergegas berlari membantunya berdiri. Kedua pria itu memapahnya masuk ke rumah dan Anin menyambutnya di depan pintu. "Langsung bawa ke kamar," suruh Anin. Dia pun berlarian membuka pintu kamar. Setelah Cahaya di bawa masuk ke kamar, Anin langsung berbincang dengan kedua pria. "Plat nomornya ingat gak?" "Ada di rekaman dasbor mobil, bentar aku ambil, tetapi ada rekaman yang gak harus dilihat sama komandan Nin," jawab pria ini. Anin menghela napas, "Berikan semua tanpa di delete, namany

