Kelopak mata Cahaya bekedut, bibirnya meringis, rasa pedih di kakinya begitu terasa membuatnya mendesis. Mata indahnya terbuka, mengerjap berapa kali. Kepalanya menoleh ke sekeliling ruangan ini. Ruang sempit dengan pencahayaan yang temaram, berbau debu, membuat Cahaya bersin dan terbatuk-batuk. Menghirup oksigen terasa seperti menghirup kumpulan debu yang beterbangan. Cahaya berusaha menggerakkan tangannya yang terikat ke belakang. Menggesek tali yang melilit di pergelangan tangannya berulang kali. Kakinya tentu saja tidak bisa banyak bergerak karena terluka dan diperban secara asal. Cahaya menggeleng pelan melihat keadaannya yang kacau seperti ini. Tidak ada satu pun peluang baginya untuk melarikan diri dari ruangan ini karena tidak ada celah. Semua ruangan tertutup rapat, tidak ada je

