"Gimana lukanya nih bang, mau diplester gak mungkin, karena darahnya banyak banget. Kalau sampai ke tempat tujuan bakal kehabisan darah ni cewek. Gimana kalau singgah ke dokter praktek dulu minta dijahit," kata si pria yang terus memperhatikan luka Cahaya yang menganga, darah terus mengucur deras di sepanjang perjalanan mereka. Sedangkan wajah Cahaya sudah pucat dan perjalanan mereka masih panjang, belum lagi jika keadaan jalan macet. "Gila lu! Mana bisa ke dokter, keburu diciduk kita. Kita singgah ke apotek dulu, lu yang turun beli perekat, katanya ada yang untuk luka lebar kayak dijahit. Cari apotek besar biar lengkap," tegas si pria yang memiliki rambut panjang, tubuh besar dan tangannya dipenuhi oleh tatto. Dia si pelaku penyobekkan kulit Cahaya tanpa sungkan. Dalam keadaan tidak sad

