Exel menarik kerah baju Ryan hingga keluar dari mobil. "Kemana kau menyuruh orangmu membawanya, kemana!" teriak Exel bak singa yang mengaum. Kedua bola matanya membulat besar hampir keluar dari sarangnya, demikian juga Ryan. "Kau bodoh atau apa, jika aku yang menyuruh orang untuk menculik Cahaya, tidak mungkin aku membawa penghulu dan saksi kemari, sialan!" bentak Ryan tak mau kalah. Ingin sekali Ryan menghempaskan kepala pria di depannya ini ke tanah. Merasa sok jagoan dan berkuasa, dia pikir siapa Cahaya baginya. "Pandai sekali kau beralasan, jika belum hancur wajahmu ini, pasti kau tidak mau mengaku bukan, rasakan ini-" Kepalan tangan Exel sudah terangkat hendak memukul kembali wajah Ryan, namun cepat ditangkap oleh Anin. "Sudah komandan, tidak ada waktu untuk berkelahi, mungkin m

