Mencari Keuntungan

1838 Kata

Matanya melebar ketika melihat hasil tes menyatakan negatif. Ada perasaan lega yang tak terkira dalam lubuk hatinya yang paling dalam. Mereka tidak sedarah tetapi mereka juga tidak bisa bersatu, sungguh kebenaran yang sangat menyesakkan. "Gimana udah lega?" tanya Ryan. Kedua tangannya menopang dagu memperhatikan si gadis cantik ini yang sedang meneguk perlahan minuman jus semangka. "Ya, lumayan. Jadi, karena ini aku harus sarapan disini," jawab Aya santai. "Gak juga, hotel sudah dipesan dan dibayar untuk dua orang, sayang kalau breakfast-nya dianggurin." Cahaya tersenyum seraya berkata, "Kalau gitu, aku udah selesai sarapan terus pulang." Ryan mengusap tengkuknya, dan mendorong kepalanya ke belakang sembari tersenyum. Apalagi yang bisa dia bujuk untuk mempertahankan Cahaya tetap ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN