Kania terduduk lemas mendengarkan pertanyaan Sang putra. "Tenapa Bunda tidak menjawab pertanyaan, Alkana?" manic itu menatap sang Bunda curiga, "Apakah ada yang Bunda sembunikan?" "Arkana..." "Kalau tidak ada yang Bunda sembunikan, tenapa Bunda hanya diam saja?" Kania tidak bisa menjawab pertanyaan Arkana wanita itu justru bangkit dan meninggalkan sang putra dengan langkah linglungnya. Membuka pintu kamar utama dan membaringkan tubuhnya di atas kasur sembari memejamkan manicnya erat, berharap dia tertidur dan apa yang terjadi hari ini hanyalah sebuah mimpi. Mimpi mengerikan yang tak ingin Kania lalui. "Apa kau pikir dengan kabur seperti ini akan menyelesaikan masalah?" Suara Daniel mengalun dan Kania semakin memejamkan manicnya dengan erat. Ya, Kania akui dia memang pengecut. Dia bel

