68.

1158 Kata

"Kan sudah tidur satu ranjang, kenapa harus minta dipeluk juga?" bukannya Kania tidak mau memeluk putrinya karena jika dia memeluk Aruna itu berarti dia juga harus ikut memeluk Daniel dan Kania tidak sudi melakukan itu. "Tapikan Aluna mau dipeluk oleh Ayah dan Bunda. Dipeluk dengan posisi Aluna ditengah. Satu kali saja." manic polos itu mengerjap penuh permohonan sembari menahan tangis. "Peluk ayah saja kalau Bunda tidak mau peluk Aruna." Daniel membawa tubuh Aruna dalam pelukannya. Tanpa diminta dua kali bocah kecil itu langsung masuk ke dalam pelukan Daniel dan menyembuhkan wajahnya dalam pelukan hangat sang pria yang kini jadi ayahnya. "Bagaimana? Nyaman?" Daniel katanya sembari menatap Kania dengan tatapan mengejeknya. "Iya." angguk Aruna pelan. "Aruna bisa minta peluk Ayah kapan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN