"Kenapa harus dimatikan?" Kania menatap Daniel dengan tatapan polosnya. "Kau tidak tahu itu lilin apa?" Daniel membalikkan tubuhnya dan menatap Kania terbelalak. "Lilin Aroma terapi. Untuk membuat suasana menjadi rileks." "Yakin Hanya seperti itu niatmu?" "Memang apa niat saya?" Kania memutar bola matanya, sebal. "Siapa tahu kamu punya maksud tersembunyi selain memijat saya. Seperti berniat menikmati tubuh menggiurkan saya tanpa saya." alis Daniel naik dengan menggoda. "Saya tidak berminat!" bibir Kania menipis, "Tubuh seperti anda bukan lagi idaman para wanita masa kini." decih Kania. Meskipun pada kenyataannya tubuh pria itu amatlah menggoda iman para wanita normal. "Kalau kau tidak ada maksud tersembunyi selain memijat tubuh saya, sebaiknya matikan lilin itu." tanpa persetujuan

