86.

1041 Kata

"Terima kasih atas segala yang telah kau lakukan hari ini, Daniel." Kania memegang bagian belakang kemeja sang suami berkata dengan kepala tertunduk karena dia malu. "Tidak masalah ini hanyalah hal sepele." ucapnya tanpa beban. "Oh." angguk Kania dengan pelan. "Sebaiknya kita langsung saja kembali ke Surabaya hari ini. kita tidak bisa lama-lama di sini karena pekerjaan kita sudah menunggu." "Kalau begitu aku akan membereskan seluruh barang-barang kita." Kania langsung memberitahu perihal kepulangan mereka yang mendadak kepada anak-anak dan dua bocah itu dengan pasrah menganggukkan kepalanya. Dan benar saja, begitu sampai di Surabaya, Bahari sudah menyerahkan beberapa pekerjaan yang dia handle selama beberapa hari pada Kania. "Apakah pekerjaan yang kutinggalkan memang sebanyak ini?" K

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN