Pria paruh baya di depannya itu lumpuh dan tidak ada tanda-tanda bahwa sang istri mengasihi apa yang terjadi pada pria itu. Dari pandangan Rico, terlihat sangat jelas siapakah penguasa seluruh aset Djuaji saat ini. Tak lain dan tak bukan adalah Seruni. "Mbok, tolong berikan minuman dan makanan untuk tamu saya. Kasihan dia terlihat belum makan hari ini." teriaknya pada art dirumahnya. Rico mendengar apa yang diucapkan Seruni langsung menoleh pada cermin besar yang tidak jauh dari ruang tengah dan mendapati wajahnya sudah pucat pasi, seperti orang kurang makan. 'Memang aku kurang makan. Kurang duit juga.' ringis Rico sembari mengasihani diri sendiri. "Baik Nyonya." sang art langsung kebelakang, menyiapkan makanan untuk tamu sang nyonya. "Katanya mau bicara dengan Suseno. Itu dia." tun

