Tidak ada yang lebih menyenangkan dari duduk bersantai di rumah, dengan secangkir kopi hangat dan juga sweater yang dipakai untuk melindungi dari cuaca dingin. Masih tidak ada niat untuk bekerja ke kantor. Sang CEO lebih memilih untuk mengerjakan pekerjaannya dari rumah dengan dalih merawat sang istri yang sedang sakit. Faktanya, Shasha kini memang sedang terbaring lemah akibat shock yang dialami pasca rencana penculikan oleh orang tidak bertanggung jawab. Nyonya Lin sempat bangun untuk beberapa saat untuk mengisi perut dan juga membersihkan diri, tapi ia kembali tidur dan mengurung diri di kamar setelahnya. Fabian pun tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Shasha. Walau dari luar istrinya terlihat baik-baik saja, jauh dalam kegelapan hatinya tumbuh perasaan waswas dan khawatir. Apalagi se

