Chapter 31

1695 Kata

Entah harus menangis atau tertawa. Semenjak malam pertamanya dengan Fabian yang sempat tertunda akhirnya terlaksana, pinggang Shasha menjadi korban. Yang ia lakukan hanyalah duduk manis di atas ranjang karena energinya seolah terkuras habis. Sementara pelaku utama yang menyebabkan semua itu hanya tertawa bangga atas hasil karyanya. Menghela napas, Shasha pun menoleh dan melihat ke arah jendela full size yang menyuguhkan pemandangan elok langit musim dingin. Salju masih turun dan menyelimuti jalanan dan juga atap bangunan di luar sana. Tak terasa, hidupnya yang masih biasa saja beberapa minggu yang lalu, kini berubah seratus delapan puluh derajat. Semula, saat musim dingin, ia hanya bisa bergulung di bawah selimut bersama Ain. Meminum air hangat dan juga sepotong roti yang mereka bagi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN