Saat pintu ruang kerja Charles Lin terbuka, tangan Shasha mulai mencengkeram erat tangan Fabian. Saat seluruh ruangan itu terlihat, gadis itu menyadari bahwa ada sosok yang kini duduk di balik kursi kerja yang kini membelakangi mereka. Sosok yang selama ini menjadi pusat kegelisahan Shasha. Gadis itu melangkah dan menguatkan diri untuk menghadapi apa yang akan terjadi dalam beberapa jam mendatang. Ia siap dengan semua kemungkinan, walau itu adalah kemungkinan terburuk. Sayangnya, satu-satunya sumber semangat yang selalu ada di sampingnya, ditahan oleh sang pelayan utama. Fabian, menatap tajam pada kepala pelayan keluarga Lin saat pria paruh baya itu mencengkeram erat tangannya. Shasha yang sudah beberapa langkah di depan sang suami, langsung menoleh dan menatap bingung. “Apa maksud se

