Chapter 22

2071 Kata

Sebuah neraka. Shasha tidak tahu bahwa hukuman Fabian bahkan lebih menyiksa daripada hukuman dosen di mantan universitasnya. Pria itu menahannya untuk tidur dan menenggelamkannya dalam tumpukan dokumen hingga fajar menyapa. Saat ia berhasil tidur, mentari telah menyapa dan yang ada di dalam kepalanya hanyalah sumpah-serapah untuk Fabian Lin. Terima kasih untuk suaminya tercinta, kini ia mempunyai kantung mata yang menyaingi kantung mata panda. Duduk lesu di meja makan, yang ada dalam pikiran Shasha hanyalah kata "tidur". Jujur, ia bukan tipe orang yang tahan begadang atau bahkan berhari-hari melewatkan waktu tidur. Karena baginya, waktu tidur adalah waktu yang penting untuk mengistirahatkan badannya agar ia bisa memeras tenaga yang ia simpan di pagi harinya. Hanya saja, semenjak ia meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN