Chapter 45

1833 Kata

Shanaya Yin. Satu nama yang terukir di dalam benaknya. Merasuk hingga ke tulang dan juga dagingnya. Satu nama yang menyobek kewarasannya. Mendorongnya melakukan hal yang tidak masuk akal untuk manusia normal pada umumnya. Dendam yang membara pun menjadi saksi akan kebenciannya. Sebuah kebencian yang tidak akan padam hanya dengan membuat Shanaya Yin menderita seumur hidupnya. Di sudut gemerlap kota, pria itu menjalani kehidupannya sehari-hari sebagai buronan. Sendirian dalam kegelapan. Berbeda jauh dengan apa yang ia impikan. Berbeda jauh dengan kehidupannya yang lampau. Ia menginginkan saat-saat itu kembali, saat-saat di mana ia mendapat kebahagiaan yang tak terhingga. Namun, semua itu tidak bertahan lama karena sebuah petaka datang. Merenggut harta dalam kehidupannya. Menenggak botol d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN