"Temani aku!" ucap lirih Alex. "Temani? Bukanya aku sekarang sudah menemani kamu. Memangnya kamu mau di temani seperti apa lagi?" tanya Angel kesal. " Bukannya aku selalu disisimu?" lanjutnya semakin bingung. "Temani terus aja. Sampai aku puas." goda Alex. Menyentuh dagu Angel. Mengusap ragunya lembut dengan ibu jarinya. "Alex… Apa yang kamu katakan?" tanya Angel gugup. Pikirannya mulai kotor. Dia mengira jika Alex hanyalah ingin menggodanya atau menginginkan lebih. Entah, hanya pikiran kotornya saja yang menganggu atau memang benar. Angel menarik napasnya dalam-dalam. Menahannnya, lalu mengeluarkan secara perlahan. Jemarj tangan Alex, menyentuh lehernya Angel. Seakan jemari tangan itu mencoba membuat Angel b*******h lagi. Angel hanya diam, kepalanya sedikit mendongak. Menatap

