Tok.. Tok.. Tok... suara nyaring ketukan pintu itu membuat Alex yang semula hanya diam, duduk menunggu Angel yang masih di kamar mandi. Dia mengangkat kepalanya. Menatap tajam ke arah pintu. "Siapa yang mengetuk pintu? Apa dia Varo? Mau apa dia? Bukanya ini bukan jam waktu untuk mereka." gumam Alex. Ia mengangkat tangan kanannya. Melirik sekilas jam tangan hitam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam mejunjukan pukul 5 pagi. Alex yang semula ingin pergi lebih pagi. Sekarang kepergiannya harus tertunda. Menunggu Angel yang masih di kamar mandi. Entah apa yang di lakukannya. Alex menghela napasnya. Mengabaikan suara ketukan pintu di luar. Dia meraih ponsel di atas meja. Dan mulai memainkan membuka beberapa menu, atau bahkan melihat desain yang sudah di buatnya sendiri. Sebuah

