“Mbak Sab, ada yang nyariin.” Sabrina berpaling dari monitor komputer yang ada di hadapannya ke arah pintu masuk ruangan. Di sana ada Bu Yani yang berdiri menunggu responsnya. “Papa ya, Bu?” tanya Sabrina. Bu Yani menggeleng. “Bu Nirmala.” Jawaban wanita paruh baya itu membuat senyum di wajah Sabrina memudar. “Ibu bilang Mbak Sab lagi sibuk aja ya, jadi nggak bisa diganggu,” kata Bu Yani saat melihat ekspresi Sabrina yang jelas menunjukkan bahwa dirinya enggan menerima tamu tersebut. “Nggak usah, Bu. Nggak apa-apa, suruh ke sini aja,” kata Sabrina sambil menggeleng. “Makasih ya, Bu.” Sabrina memaksakan senyum tipis agar wanita itu tidak terus-terusan menatap khawatir ke arahnya. Sudah lima bulan berlalu sejak malam memalukan itu. Lola kini sudah sah menjadi istri Aksa. Yang tersisa

