“Hey… Gimana kabar lo dan si kecil Fares?” ujar Sabrina sambil menempelkan ponsel ke telinganya. Sudah dua bulan Tera tidak datang ke Grinlif paska melahirkan. Tapi dalam satu minggu ia bisa dua sampai tiga kali menelepon Sabrina. “Baik, Onty Sab. Nanti kalau Fares udah lebih gede, Fares mau ikut Mama ngantor lho.” Sabrina tersenyum kecil. Terbayang di benaknya wajah menggemaskan bayi Tera yang baru berusia dua bulan tersebut. Bayi laki-laki yang tampan dan menggemaskan. “Lo sendiri gimana?” tanya Tera. Nada suaranya berubah agak lebih berhati-hati. “Gue?” ulang Sabrina sambil membayangkan yang terjadi pada dirinya sendiri belakangan ini. “Gue gini-gini aja sih. Nggak ada yang spesial.” “Gue kenalin sama kenalan suami gue mau ya,” ujar Tera. “Ter… please… Jangan sekarang….” Sabrina

