"Mas... Turunin." Sabrina masih meronta-ronta minta diturunkan saat Nararya berhasil menggendongnya keluar dari kamar. Mereka melangkah melewati ruang keluarga, dan akhirnya Nararya pun menurunkan gadis itu di hadapannya. Sabrina agak terhuyung saat diturunkan dengan tiba-tiba. Tapi ia berhasil berdiri di atas kedua kakinya ketika Nararya menangkap pinggangnya. "Jangan teriak-teriak. Nanti orang-orang mikir aku KDRT ke kamu," ujar Nararya seraya melepaskan tangannya dari pinggang Sabrina. "Ya lagian kenapa Mas pakai gendong-gendong segala," protes Sabrina. Akan tetapi, alih-alih menjawab, laki-laki itu langsung meraih tangan Sabrina. "Ayo... " ajak Nararya sambil membawanya melangkah menuju pintu. "Kita mau ke mana, Mas? Bukan rumah sakit kan?" tanya Sabrina dengan ekspresi panik.

