Ketika Nararya kembali ke dapur setelah mencuci muka dan mengenakan kaus, ia menemukan Sabrina yang sedang membongkar sebuah kantong belanja. Berbeda dengan Nararya yang belum mandi dan masih dengan tampang kusut sehabis bangun tidur, Sabrina tampak sudah sangat segar dan rapi. Bahkan saat Nararya melewatinya karena hendak mengambil minum, Nararya bisa mengendus wangi parfum yang menguar dari tubuh Sabrina. Wangi khas gadis itu yang sudah cukup familier di hidungnya. “Kamu belanja?” tanya Nararya, berusaha bersikap biasa saja setelah insiden beberapa menit lalu dengan kemunculan dirinya yang seperti manusia goa. “Iya, Mas. Tapi aku cuma beli sarapan untuk kita berdua soalnya di dalam kulkas nggak ada bahan makanan,” jawab Sabrina. Nararya menghabiskan air putih di dalam gelas yang ada

