Bab 9 – Jebakan Part 2

1701 Kata

“Kamu sering ziarah sendirian?” tanya Nirmala pada Sabrina. Mereka berdua kini sudah berada di dalam mobil, duduk bersisian di kursi belakang, sementara Nararya ada di balik kemudi. “Iya, Tante,” jawab Sabrina. “Kenapa nggak bareng papa kamu?” “Papa sibuk, Tante. Jadi lebih praktis kalau saya pergi sendiri saja,” jawab Sabrina. Nirmala menatap Sabrina, lalu meraih tangannya dan menepuk tangan perempuan itu dengan pelan. Dalam hati ia menyesal sudah bertanya. Jelas saja Sabrina memilih pergi sendiri, tidak mungkin pula Sabrina mengajak ibu dan saudari tirinya ke tempat ini bukan? Sisa perjalanan mereka saat itu akhirnya diisi dengan obrolan mengenai hal lain karena Nirmala langsung mengubah topik obrolan mereka. Obrolan itu hanya diisi oleh mereka berdua, karena kakak laki-laki Aksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN