Ketika bangun tidur pagi harinya, suasana hati Sabrina tidak jauh lebih baik dari semalam. Meski Aksa berjanji akan segera melamarnya, rasa sakit di hatinya akan pengkhianatan laki-laki itu masih belum bisa disembuhkan. Ditambah pula rasa sedih karena ayahnya yang selalu membela Lola, membuat Sabrina tidak bersemangat menjalani hari. “Pagi, Sabrina,” sapa Sekar saat Sabrina muncul dan bergabung untuk sarapan bersama di ruang makan. Di dalam keluarga Hanenda, sarapan dan makan malam bersama adalah sebuah kewajiban. Jadi meskipun Sabrina enggan sekali turun dan bergabung di ruang makan, ia tetap tidak bisa menghindar. Meski hatinya sakit pun, ia tidak bisa beralasan untuk tidak bergabung. Kecuali jika dirinya beralasan sedang sakit, yang pastinya sulit untuk dilakukan karena ayahnya pasti

