Sabrina berusaha keras untuk kembali menguasai diri. Ia harus tenang, jangan panik dulu. Sekarang ia sudah berdiri di depan kamar Sekar dan ART mereka pun tahu bahwa tadi ia memang mencari ibu tirinya. Jika Sabrina batal menghadap Sekar sekarang, ia takut Sekar justru akan menduga bahwa Sabrina sudah mendengar obrolannya barusan. Jika Sekar sampai tahu, tidak mungkin ia akan membiarkan Sabrina lepas begitu saja. Justru kematiannya terasa lebih dekat jika Sekar tahu ia menguping daripada asumsi-asumsi yang muncul di kepalanya saat mendengar obrolan Sekar barusan. Sabrina mundur beberapa langkah. Ia menatap pintu kamar Sekar, lalu mengambil napas dalam-dalam. Setelah perasaannya mulai membaik, Sabrina pun berkata, “Ma… Mama…” Sabrina maju, lalu mengulurkan tangan untuk mengetuk pintu.

