(61)

3499 Kata

Setelah semalam Mas Zinan mau gue nemenin dia makan, pagi ini gue benran udah antisipasi takut-takut pemikiran anehnya Mas Zinan kumat lagi, gue gak berencana ngebuat Mas Zinan makin aneh soalnya, kelakuan Mas Zinan semalam aja udah cukup untuk ngebuat gue kelimpungan anah apa kata kalau sekarang Mas Zinan berulah lagi? Pagi-pagi begini? Bisa gagal fokus seharian gue kayanya, gimana enggak kalau memang Mas Zinan berniat membuat gue berubah pikiran dan bersedia mencintai dia secara suka rela, caranya gak harus kaya gini, sikap Mas Zinan sekarang itu udah benar-benar nguras emosi gue, gue sekana kehabisan cara untuk menggambarkan situasi gue sekarang, keadaan gue lebih dari kata kacau soalnya. "Kamu gak sarapan Rin? Kenapa nasi gorengnya cuma ada sepiring?" Tanya Mas Zinan ke gue, gue langs

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN