Walaupun Mas Hagi gak bersedia mengantarkan gue pindahan hari ini tapi gue yakin kalau Mas Hagi udah ngerti dengan alasan gue setuju untuk pindah dan tinggal cuma berdua sama Mas Zinan, bukan karena gue gak tahu Mas Hagi akan khawatir tapi gue mempertimbangkan apa yang lebih mudah untuk gue, apa yang lebih sulit untuk gue, banyak hal yang akan berubah kalau gue tinggal cuma berdua sama Mas Zinan nanti, entah yang berubah itu keadaan gue yang gak harus sering berdebat dan disalahkan sama Ayah Bunda atau bahkan perubahan perasaan gue sendiri, gak ada yang tahu kedepannya bakalan gimana jadi selagi punya kesempatan untuk mengubah situasi, gue akan nyoba ngelakuin yang terbaik. "Mas! Mas yakin kalau Mas gak papa Rin ngambil alih kamar Mas sekarang?" Tanya gue memastikan sekali lagi, bukannya

