Sepertinya ucapan Gunawan harus ia pikirkan dengan baik. Tara memang harus menahan diri untuk tidak terlalu dekat dengan Rara sebelum sidang perceraiannya selesai. “Tunggu, sejak kapan gue peduli sama boncel!“ batin Tara bertanya. Setelah membersihkan diri, ia berbaring di ranjang kamarnya. Tempat biasa ia berbagi kisah dengan Sarah, kini hampa. Tidak ada lagi kehangatan seorang wanita yang biasa memeluknya sepanjang malam. Tara memikirkan bagaimana jika Celia menolak kehadiran ibu sambung untuknya dan sederet ketakutan lainnya menghantui pikirannya sendiri. Ia harus memikirkan cara bagaimana mendekatkan anaknya dengan Rara, jika betul-betul ia serius mendekati gadis itu. “Si boncel suka anak kecil gak ya? Hhmm sekali-kali kayaknya gue perlu bawa Celia ke kantor,“ batin Tara dalam hati.

