Rara pun menurut, ia mengikuti saran Tara untuk berkonsultasi ke dokter kulit di klinik tersebut. Dokter Hesti adalah adik kandung mama Tara, pemilik klinik tersebut. “Hmmm, bisa kita cek dulu. Nona cantik, berbaring sebentar disitu,” kata Hesti kepada Rara. “Baik dok,” jawab Rara patuh. Ia mengikuti arahan asisten Hesti untuk berbaring di tempat yang disediakan. “Lo pinter, cewek mana?” tanya Hesti terkekeh. “Anak buah Papa, Te. Gm Dirgantara,” jawab Tara santai. “Oh, cantik lho, cuma yah perlu dipermak dikit,” ucap Hesti mengedipkan matanya kepada Tara. “Hadeh, gak Mama dan Tante sama aja,” gumam Tara. Setelah menunggu beberapa saat, Hesti memberikan obat oles untuk meminimalisir memar di pipinya. “Dalam dua hari balik lagi yah, harusnya udah beres. Kalau boleh tahu, Rara pakai

