Vano hanya geleng-geleng kepala berusaha memahami cara unik yang Tara gunakan. Namun, ia juga tidak menampik ucapan Tara dan apa yang dilakukan saudara sepupunya itu ada benarnya. “Lo keras juga, sama anak Lo juga begitu?” tanya Vano penasaran. “Celia? Dia lebih galak dari gue. Kalau gue marahin dan dia gak ngerasa salah, bakal balik marah. Kalau dia salah ya gak sih, minta maaf,” jawab Tara terkekeh. “Penasaran, Lo gak pengen cek. Rara lama banget ambil makanan doang, kemana lagi itu bocah,” ucap Vano cemas. “Biarin dulu, ada ribut-ribut dikit gakpapa. Biar boncel kebuka pikirannya kalau cuma dimanfaatin doang, Lo gak kasihan gitu,” kata Tara mencegah Vano mencari keberadaan Rara. “Kalau ada apa-apa gimana, Lo ada-ada aja sih,” ucap Vano celingak-celinguk mencari keberadaan Rara. “

