Nanda baru saja melepas sepatu kerjanya. Hari pertama bekerja di Dirgantara ternyata menyedot semua tenaga dan pikirannya. Bahkan, pesan singkat dari Prita pun ia abaikan. “Minumnya, Mas,“ ucap Prita yang datang dengan membawa segelas minuman dingin. “Makasih, sayang,“ jawab Nanda tersenyum. Ia meneguk habis minuman tersebut hingga tak bersisa. “Gimana hari ini?“ tanya Prita hati-hati. “Sibuk, makanya aku minta maaf kalau tadi gak sempat balas pesan kamu,“ ucap Nanda kepada istrinya. ”Dirgantara memang perusahaan besar, gak salah kalau Rara gajinya gede,” ucap Prita sambil mengelus perutnya yang mulai membuncit. ”Dan sekarang dia atasan suami kamu, aku minta kamu gak mikir aneh-aneh soal ini,“ ucap Nanda membantu istrinya duduk. “Serius, Mas? Bukannya Rara masih manager?” tanya Prit

