Tidak pernah terbayangkan oleh Rara akan satu kantor dengan Nanda, pria yang sudah menorehkan luka yang teramat dalam di hatinya. Namun, atas dasar profesional kerja, Rara mengabaikan urusan pribadinya. “Ra, ikut ke pabrik sama Pak Tara. Dia mau ajak anak-anak makan siang bareng,” kata Vano melalui sambungan telepon. “Oke, Pak. Jam berapa?” tanya Rara memastikan. “Sebelas nanti, oiya, kamu dipanggil Tara tuh, ke ruangan sekarang yah.“ Vano memberitahu sebelum mengakhiri pembicaraan. Penampilan Rara pagi ini memang lebih cerah, mengenakan dress warna pastel, ia tampak anggun dengan heels warna senada. Menenteng tablet berlogo apel, ia masuk ke ruangan Tara. “Nah, ini general manager kita sudah datang. Sini, Ra. Kita kenalan dulu,“ kata Tara kepada Rara. Tara dan tim HRD memperkenalkan

