EPISODE 32

1028 Kata

Tasya berdiri di ruangannya sambil memperhatikan jaket kulit kesayangannya dan seragamnya yang masih dijadikan barang bukti, usai penembakan dua hari yang lalu terjadi. Lila menatapnya sambil mengunyah kue sus milik Tasya, yang tadi dibawakan oleh Diden usai membuka kembali Moon Cafe. "Huh! Jaket kesayanganku bolong, seragamku bolong, dan bahkan punggungku ikut bolong," gerutu Tasya. Lila terkikik geli. "Bersyukurlah karena kau masih hidup. Kalau saja tidak ada dua pangeran yang menolongmu di sana, maka aku tidak tahu bagaimana nasibmu saat ini," ujar Lila. Pandangan Tasya menerawang kembali pada saat penembakan itu terjadi. "Kalau tidak ada Diden di sana, maka penembakan itu takkan terjadi. Diden adalah sasarannya, dan aku memeluknya agar tak kena peluru," Tasya menjabarkan. "Apa ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN