CHAPTER 12

1009 Kata
Mengalahkan berita dating idol yang biasanya terungkap setelah menjalani hubungan backstreet dari penggemarnya, hari ini kampus dihebohkan dengan sebuah berita dan foto saat kemarin Raga berjalan beriringan dengan Gladys di koridor kampus. Beberapa orang yang melihat foto itu berspekulasi jika kedua orang itu memang dekat. Bahkan tidak banyak dari mereka yang menuduh Gladys sebagai perempuan murahan karena yang mereka tahu Gladys adalah kekasih Keenan tapi gadis itu justru terlihat dekat dengan dosen idaman itu. Terlihat beberapa kali Gladys mendapat tatapan sinis dari teman kampusnya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang terang-terangan menyindirnya saat gadis itu baru saja datang bersama Keenan. Melihat sikap aneh dari teman-teman kampusnya itu, Keenan yang sama sekali belum mengetahui berita itupun langsung menghampiri mereka. Pria itu bahkan terlihat marah saat mendengar ada salah satu perempuan yang menyindir Gladys dengan sebutan perempuan murahan. "Apa maksud kalian bilang kalau Gladys itu perempuan murahan? Kalau bicara jangan suka sembarangan." "Ya ampun Keenan, lo nggak tahu berita tentang pacar lo itu? Pacar lo ketahuan jalan bareng pak Raga. Dia kan pacar lo ya tapi malah jalan berduaan sama pak Raga. Kalau bukan perempuan murahan namanya lalu apa dong?" balas salah satu mahasiswi sambil melirik sinis kearah Gladys. "Jaga ya omongan lo! Kapan Gladys jalan sama pak Raga? Jangan buat gosip yang nggak-nggak!" Tampaknya emosi Keenan sudah mulai terpancing saat beberapa teman kampusnya semakin menyindir dan mengeluarkan kata-kata jahat pada Gladys. Keenan marah bukan karena cemburu jika berita itu benar, tapi Keenan marah karena dia tidak terima sepupunya dinilai buruk oleh orang yang bahkan sama sekali tidak pernah mengenalnya. Gladys adalah orang yang setia, bahkan gadis itu sempat menolak tawarannya untuk menjadi pacar pura-pura nya karena tidak ingin pacarnya marah. Jadi ketika ada yang mengatakan jika Gladys adalah perempuan murahan yang suka dekat dengan pria lain disaat dirinya punya pacar, tentu saja Keenan sebagai sepupunya tidak terima. "Kalau lo nggak percaya cek aja group fakultas kita." Saat itu juga Keenan langsung menyalakan ponselnya. Pria itu membuka pesan obrolan di group fakultasnya kemudian mencari foto yang teman-temannya maksud. Dan benar saja, 2 jam yang lalu ada salah satu temannya mengirim foto Gladys yang sedang mengobrol bersama Raga di koridor kampus. "Hanya karena foto seperti ini kalian menilai Gladys perempuan murahan? Dia dan pak Raga hanya terlihat mengobrol biasa. Kalau hal itu saja sudah kalian nilai sebagai perempuan murahan, lalu apa bedanya dengan kalian? Kalian dengan terang-terangan memuja dan mengejar pak Raga." "Beda dong, Keenan. Mereka itu mengejar karena memang suka. Beda dengan Gladys, jelas-jelas dia sudah punya pacar tapi masih dekat-dekat dengan pria lain," sahut Yasmin. Yasmin bersama Naomi berjalan menghampiri Keenan dan Gladys yang sedang berdebat dengan teman mereka. Yasmin yang baru saja datang ke kampus tidak sengaja mendengar perdebatan itu kemudian menghampirinya guna membumbui gosip yang saat ini sedang beredar. Dalam pikirannya, hal itu adalah kesempatan besar untuk membuat Keenan dan Gladys putus jadi dia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan bagus ini. "Pacar lo itu terlihat baik dan polos tapi ternyata dia suka mendekati pria lain disaat dia sudah mempunyai pacar. Wajar kan kalau mereka menilainya sebagai perempuan murahan?" tanya Yasmin begitu gadis itu sudah berdiri tepat didepan Keenan. Melihat kedatangan gadis yang sangat ia benci, Keenan menyunggingkan senyum sinisnya. Pria itu bahkan terlihat menatap Yasmin dengan tatapan tajam, tatapan penuh kebencian. "Lo bilang Gladys perempuan murahan? Lalu apa bedanya sama lo? Cihh lo bahkan jauh lebih rendah dari kata perempuan murahan." Ucapan yang baru saja Keenan katakan membuat Yasmin langsung menatapnya marah. Apa maksud pria itu mengatakan hal itu padanya? Pikirnya. "Apa maksud lo?" tanya Yasmin tak terima dengan perkataan yang baru saja Keenan katakan. "Lo masih belum paham dengan ucapan gue? Baik, gue ulangi sekali lagi. Lo itu jauh lebih rendah dari kata perempuan murahan. Lo bahkan terus ngejar-ngejar gue padahal gue udah berulang kali nolak dan bilang kalau gue nggak pernah suka sama lo. Kalau bukan perempuan murahan apa namanya? Lo bahkan lebih rendah dari itu. Lo nggak punya malu karena mengejar orang yang tidak suka sama lo." jelas Keenan sambil menyunggingkan senyum sinisnya. Naomi dan beberapa teman mereka terlihat terkejut dengan apa yang baru saja Keenan katakan pada Yasmin. Gladys yang sejak tadi hanya diam pun akhrinya mengeluarkan suaranya. Gadis itu meminta Keenan untuk meminta maaf pada Yasmin karena sudah mengatakan hal itu. Tapi tampaknya Keenan enggan meminta maaf. Bagi pria itu untuk apa dia harus meminta maaf? Toh yang dia katakan itu benar. Yasmin terus mengejarnya disaat dirinya berulang kali memintanya untuk stop mendekatinya. Lagipula kalau Yasmin tidak ikut campur mungkin Keenan tidak akan mengatakan hal itu. Jadi jangan salahkan Keenan. "Keenan, walau bagaimanapun tidak sepantasnya lo ngomong kayak gitu ke cewek." "Nggak udah sok baik lo! Lo pikir gue bakal baik sama lo karena sikap sok baik lo itu?" sahut Yasmin ketika Gladys terus meminta Keenan untuk meminta maaf padanya. "Lo lihat kan? Orang kayak gini lo belain? Cihh cewek kayak dia tuh nggak usah dibaikin, nggak pantas," seru Keenan sambil menatap sinis ke arah Yasmin. Ketika Gladys sudah ingin mengeluarkan suaranya lagi, Keenan langsung menarik tangannya. Membawanya pergi dari orang-orang yang tidak mempunyai hati karena sudah menilainya sebagai perempuan murahan. Yasmin yang melihat kepergian Keenan itupun mengepalkan tangannya kuat. Dia tidak terima dipermalukan seperti ini di depan banyak orang. "Sabar, Yas. Keenan emang seperti itu orangnya. Suka ngomong ceplas ceplos," ucap Naomi mencoba menangkan sahabatnya itu agar tidak terpancing emosi. "Ckkk awas aja, gue nggak akan tinggal diam. Gue nggak terima dipermalukan seperti ini. Gue bakal balas dendam!" "Jangan aneh-aneh deh, Yas. Lo ngomong kayak gitu aja Keenan udah semarah itu apalagi lo mau apa-apain Gladys. Jangan cari masalah baru deh." Seketika Yasmin langsung menoleh begitu kalimat itu keluar dari bibir sahabatnya. Gadis itu sudah dipermalukan Keenan dan Gladys didepan banyak teman mereka, lalu Naomi memintanya untuk sabar dan diam saja? Tidak! Tidak ada kata sabar dalam kamus Yasmin. Gadis itu tidak akan membiarkan siapapun merendahkannya. Dia akan membalas perlakuan orang yang sudah merendahkannya. Dalam kasus ini bukan Keenan yang akan menjadi target nya, tapi Gladys. Karena Gladys lah Keenan mengatakan kalimat jahat padanya jadi gadis itu yang akan menjadi target balas dendamnya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN