23. Mengingat Hal yang Terlewatkan Semalam

1760 Kata

Tama merasa tidak tenang. Dia berusaha untuk bisa beristirahat dan tidur nyenyak. Namun tetap saja tidak bisa. Tidur menghadap ke kanan dan ke kiri tetap saja tidak bisa memejamkan mata. ‘Gimana keadaan Mita, ya? Bukannya aku berburuk sangka! Tapi memang situasi di Jakarta berbeda jauh dengan situasi di tempat tinggal Mita. Bisa saja Bos muda itu ... Ah! Semakin dipikir semakin membuatku merasa galau!’ ucap Tama dalam hatinya sembari terus memikirkan keadaan Mita. Dia takut kalau Marchel si Bos muda itu memperlakukan Mita dengan tidak baik. Di sisi lain Tama juga takut kalau Mita akan tertarik pada bos muda itu. Semua yang dia pikirkan membuat dirinya semakin tidak tenang. Berbeda halnya dengan Ujang. Dia sudah tidur nyenyak. Setelah perjalanan panjang dan mengerjakan dekorasi yang begi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN