Mita berusaha mengatur napasnya agar tidak gugup ketika memasuki ruang kerja pimpinan kantor tersebut. Bu Sherly menyadari kalau Mita sangat gugup. “Tenang saja! setelah kamu datang ke ruangan ini Pak Marchel akan segera pulang ke rumahnya. Mungkin Pak Marchel masih ada di dalam karena sedang menyelesaikan pekerjaannya. Mari saya antar!” Ibu Sherly mengulas senyuman ramah kepada Mita sembari membuka pintu yang menjulang kokoh di hadapannya itu. “Terima kasih, ya ... Bu Sherly.” Mita membalas senyuman hangat yang terlontar dari bibir Bu Sherly. Mereka mulai memasuki pintu itu. Mita benar-benar terbelalak ketika pertama kali melihat ruangan kerja senyaman itu. Bahkan Mita merasa ruangan kerja Pak Marchel lebih mirip apartemen ketimbang ruang kerja di sebuah kantor. “Maaf, Pak Marchel!” B

