Sudah lebih 30 menit lama nya, Sabrina duduk di taman samping rumah Zeta. Kedua kaki nya dia naikkan ke atas bangku, serta di peluk nya lulut tersebut dengan pandangan lurus ke depan. Suasana malam ini cukup sejuk karna habis di guyur hujan. Dia biarkan semilir angin menusuk permukaan kulit nya, suasana seperti ini lah yang kini dia butuhkan. Sabrina tersentak saat merasakan sesuatu yang hangat menyentuh kedua pundak nya. Dia mendapati sebuah jaket tersampir di sana, lalu di lirik nya siapa yang kini berdiri di samping nya. "Daritadi duduk di sini emang gak ngerasa dingin?" Gevan memilih duduk di samping Sabrina, di lirik nya gadis itu yang kembali menatap lurus ke depan. Sabrina hanya diam, dia tidak menggubris sama sekali. Hal itu lantas membuat Gevan ikut tertegun, dia yakin gadis in

