Sabrina terus berlari, membiarkan deras nya air hujan membasahi seluruh tubuh nya. Tidak peduli seperti apa sekarang basah nya tubuh nya, bagaimana menggigil nya dia. Yang dia inginkan hanya berlari dan terus berlari dari kenyataan pahit hidup nya. Semua telah selesai, hidup nya sudah hancur berkeping-keping. Dia sendiri, dan dia sebatang kara. Air mata itu tertutupi oleh air hujan yang membasahi wajah nya. Langkah Sabrina perlahan berubah pelan, mata nya menatap kosong ke jalanan di depan sana. Langkah kaki nya mulai gontai dan nyaris lelah, d**a nya bergemuruh sesak, bahkan dia seakan lupa cara untuk bernafas. Semua yang terjadi dalam hidup nya, membuat dia ingin rasa nya menyerah dan berhenti di sini. "KARNA DIA BUKAN IBU YANG PANTAS UNTUK KAMU!!" "IKUTI CARA SAYA!! MULAI HARI INI KA

