Saat Livia pulang William sudah ada di rumah, pria itu menyambutnya dengan senyuman. "Gimana jalan- jalannya?" William meraih pinggang Livia mendekat padanya, lalu mengecup bibirnya. "Seru. Mami ajak aku juga beli ini." Livia menunjukkan paper bag berlogo perhiasan di tangannya. William mengangguk. "Tapi disana ada orang yang bikin mood aku rusak." Livia mencebik. "Siapa?" "Sena." Livia mendorong William membuat tangan William yang memeluknya mengudara. "Sena?" William melihat Livia cemberut, membuatnya terkekeh. "Apa yang dia lakukan pada istriku ini?" "Dia merebut kalung yang aku suka. Lalu dengan percaya dirinya dia bilang. 'Sekarang baru kalung. Nanti aku akan rebut Mr, William dari kamu'." Livia menirukan ucapan Sena. William menaikan alisnya. "Dia gak kapok ya," ucap Willia

