William membuka matanya perlahan, kelopak matanya terasa berat saat menerima cahaya lampu yang menyala. Perlahan dia menggerakkan tubuhnya saat mendengar samar- samar suara seorang wanita menangis di sebelahnya. "Via." William mengangkat tangannya untuk menggapai wanita di sebelahnya, hingga dia merasakan genggaman dari wanita tersebut. "Willy, kamu udah bangun?" William memejamkan mata saat suara yang di dengarnya bukan suara Livia. "Via, mana Mi?" Ya, saat membuka mata kembali William bisa melihat wajah itu dengan jelas yang ternyata bukan Livia. Bukannya menjawab Risa justru semakin terisak, membuat perasaannya semakin tak menentu. "Mi?" Bayangan saat Livia mendorongnya agar tidak tertabrak menghantamnya, dan seketika menyakiti dadanya. "Via." Seolah mendapatkan tenaganya kembali

