ENAM PULUH DELAPAN

735 Kata

"Maksud Kak Kenji?" "Masalah ini cukup bahaya, Dae. Dan saya nggak mau mengorbankan siapa pun lagi di dalamnya. Saya sendiri yang akan mengurus semuanya. Jadi kamu, cukup diam dan jangan ikut campur," tegas Kenji kala itu. Dae ingin membantah, ia ingin sekali membantu. Saat itu dia seolah-olah melupakan segala kepelikan masalah yang terjalin antara dirinya, Kenji, dan Ayu. Namun itu tidak penting lagi, persoalan perihal peneror Kenji jelas lebih penting dari itu. Kendati demikian, Dae tetap diam, ia masih agak canggung bila harus mendebat Kenji setelah apa yang terjadi antara mereka. Bahkan sampai di kantor polisi untuk menjalankan pemeriksaan pun, Dae tak berbicara sama sekali dengan pemuda itu. Sore ini, Dae sedang berada di depan pintu unit apartemen Zee. Dae khawatir, sebab hari ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN