BAGIAN 13

1136 Kata

Hana menatap rumah besar, berwarna putih dan berpagar tinggi. Mewah sekali. Begitulah kata pertama yang keluar dari mulut Hana, ketika baru menyadari hal itu. Tapi Hana seharusnya tidak berpikiran seperti ini lagi, sosok di sebelahnya ini adalah keturunan sultan. Tidak ada yang meragukan kesultanan itu. Hana menatap Dhava yang masih berdiam diri di dalam mobilnya. “Kenapa bapak kagak turun? Ini rumah bapak ya?” Dhava yang sejak tadi berusaha untuk mengendalikan dirinya menatap sosok gadis yang menatapnya dengan tampang polos. Dhava menghela nafas, lalu segera keluar. Dia juga berlari, dan membukakan pintu untuk Hana. Baik sekali bukan? Seolah bos membukakan pintu orang seorang bawahannya. Hana yang mendapat perlakukan itu mengerutkan kening, kenapa sosok Dhava, si iblis rupawan itu mau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN