BAB 16 "Wow, lucu sekali," gumamku menahan tawa. Lihatlah keluarga penuh drama ini. Akhirnya aku memang tau kalau dibohongin. Ini benar-benar lucu. Dasar keluarga tidak tau diri. Buru-buru aku mengambil ponsel, merekam semuanya. "Ya kamu tahan lah, Reno. Capek gak capek. Yang penting kita dapat uang. Kamu dapat uang kan dari Mama dan Papanya Nina? Pencitraan aja, buat mereka percaya sama kita dan buat mereka kasian, Ren." "Buat kayak mana lagi, Ma? Aku udah capek banget ngemis-ngemis ke keluarga Nina. Gak ditanggapin juga, gak dikasih juga. Mau kayak mana lagi, Ma? Udah mentok. Mendingan aku kerja deh dari pada buang-buang waktu." "Ya, kamu pintar sedikit lah mainnya. Jangan sampe mereka curiga. Mama kesal banget sama kamu, kalau Mama itu kamu, Mama udah pasti buat si Nina gak berku

