BAB 17 "Matiin, Mbak. Matiin." Kafka berbisik, matanya melebar karena kaget. Aku juga ikutan kaget mendengar orang yang menyapa di telepon itu. Aku langsung mematikan telepon. Menghapus riwayatnya. Kemudian meletakkan ponsel itu ke atas meja, bertepatan dengan Mas Reno yang kembali dari kamar. Huh, untung saja kami tidak ketauan. Pandanganku langsung tertuju ke Kafka yang juga sama. Dia tampak lega sekali, karena kami tidak ketauan sedang memeriksa ponsel Mas Reno. "Ayo, berangkat sekarang." Mas Reno menoleh padaku, dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Untung saja orang tadi tidak menelepon lagi. Aku menoleh ke jam dinding, kemudian menganggukkan kepala. "Ini kunci mobilnya." Aku memberikan kunci mobil ke Mas Reno. Dia menganggukkan kepala, mengambil kunci mobil yang kus

