Sejak papa menjebakku dengan hutang melimpah, aku merasa seakan aku tengah berdiri di tepi jurang batu mematikan. Lalu ketika bertemu dengan Dasha, aku merasa angin kencang menerpa tubuhku kuat hingga aku harus berusaha bertahan agar tidak jatuh. Namun kini, pertahananku akhirnya kalah kuat. Aku terjatuh ke dalam jurang itu. Hidupku sudah tidak ada lagi. Sungguh, aku bisa mengatakan bahwa aku ini sudah mati. Jika aku membiarkan si cebol dalam kondisi seperti ini, cepat atau lambat, ia akan mati kehabisan darah. Aku juga tidak tahu apakah tancapan gagang sikat gigi itu mengenai otaknya atau tidak. Meski aku bukan ahli medis, aku mengetahui bahwa di wajah dan kepala terdapat banyak sharaf yang bersifat fatal untuk hidup seorang manusia. Itulah yang menjadi penyebab kita harus membidik kepal

