Hari keempat, Anna malah jatuh sakit. Ah, tidak, bukan jatuh sakit yang parah, hanya demam dan pusing kepala saja. Akibat mengurus dan memikirkan sikap Rakha yang masih belum luluh juga, akhirnya Anna tumbang dan berakhir berbaring seperti sekarang. Ditambah dengan ia yang menahan lapar semalaman. Honeymoon yang harusnya menjadi momen panas dan menggairahkan, kini hanya menjadi momen biasa-biasa saja, terlebih dengan sikap Rakha yang tidak ada berubahnya. “Saya mau pergi.” Anna yang tengah berbaring dengan selimut yang hampir menutupi seluruh tubuhnya itu sedikit menoleh, menatap Rakha yang sudah rapih dengan pakaiannya. “Ke mana?” tanyanya basa-basi. Anna tidak habis pikir kepada Rakha. Ia sedang sakit, dan mereka datang berdua ke negara ini. Dan Rakha akan setega itu meninggalkannya?

