BAGIAN DUA PULUH DUA

4724 Kata

Glafira POV Daran datang sesuai dengan perintahku. Sendirian, tanpa pengawal atau Kenan. Aku tersenyum bisnis, mempersilakan masuk. Dia mungkin tampak tenang, tapi aku yakin. Dalam hatinya, pastilah dongkol sekali padaku. Begitu sudah duduk, pak tua itu mengoceh. “Apa maksudnya ini, Nona Ghea?” “Apa? Jawabannya tergantung dengan pilihanmu, Tuan Daran. Bukannya, sudah saatnya kamu memberikan jawaban pasti akan permintaanku dulu?” Aku ingin kepastian, bukan hanya lontaran kata tanpa bukti. Kujentikkan jariku, memanggil Hail masuk, untuk mengantarkan dokumen yang kuinginkan. Sebuah kontrak kerja sama resmi. “Apa yang kamu bawa, Hail Amber?” Pak tua itu mengalihkan perhatiannya pada Hail. Matanya sedang menilai, mencoba mengintimidasi Hail. Sayangnya, Hail bukan orang yang akan terpeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN