Setiap wanita membutuhkan pernyataan, Juga pembenaran dan pembuktian di saat bersamaan. *** "Maaf.. Gue tahu gue egois, sangat egois. Tapi asal lo tahu Van, kalo bukan karna Alan.. Mungkin sampai saat ini gue bahkan gak mau mengakui perasaan gue sendiri." Nara menunduk dalam. Mobil berhenti di depan apartemen Nara. Mereka masih terjebak hening. Nara menghembuskan napas berat lalu menoleh pada Jovan yang sengaja mengabaikan nya. Nara tersenyum lirih. "Gue gak bisa jelasin apapun, tapi lo harus tahu satu hal.. Gue sama sekali gak punya perasaan sama Alan, Terserah lo mau percaya atau enggak itu hak lo. Gue gak akan maksa karna percuma, apa yang gue coba jelasin selalu lo anggap kalo gue melindungi Alan. Gue capek Van, makasih buat semuanya. " ucap Nara membuka pintu mobil. Jovan melir

