Tidak ada yang lebih menyakitkan dari menyakiti perasaan seseorang yang selama ini selalu berusaha menjaga dan melindungi nya segenap hati. *** Nara berdecak dengan mencoba menghubungi nomor Bayu. Hampir seminggu ini Bayu sama sekali tidak menampak'kan dirinya dan apa yang Nara dengar dari Aqila membuat Nara sedikit merasa bersalah karena harus menutupi ini semua dari Bayu. Perlahan Nara berjongkok di taman rumah sakit. Bingung tentu saja. Bayu tidak pernah marah pada tri angel namun kali ini.. Sepertinya Bayu memang benar-benar marah. "Lo ngapain disitu?" Nara menoleh kaget. Ia menghembuskan napas berat melihat Jovan berdiri tak jauh dari nya. "Menurut lo?" tanya Nara malas. Jovan menghampirinya, "Lo sakit?" Nara mendonggak - melihat Jovan dari bawah. "Gue gak papa." jawab Nara

